Friday, October 28, 2016

Bercermin Pada Kasus Penistaan Agama


Q.S. Al-Maidah: 51

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

---------------- Assalaamu 'alaikum ----------------

Apa Kabar, Sobat?

Gue harap elo semua baik-baik aja ...

Walaupun,

di tengah segala hal yang menimpa negeri kita tercita ini. Bukan Indonesia namanya kalo gak ada kasus yang bikin demonstrasi. Tapi kita musti sabar menghadapinya, kan? Bukan sabar namanya kalo masih ada batasnya. Dan bukan eksak namanya kalo gak paling telat bahas berita ketika halaman Google udah dipenuhin ama post serupa. Tentang apa ya?

Tentu aja tentang kasus penghinaan atau penistaan agama yang dituduhin kepada Gubernur DKI, Basuki Tjahja Poernama (Ahok).

Trus?

Ya , udah ... emang gak bisa dibenarkan, tapi apakah juga gak bisa dimaafkan? Perlukah marah? Jelas! Marah mah marah aja, gue juga sempet dongkol, kok ... ampe kemudian ada pernyataan maaf, selesai. Apa? Selesai? Kita marah, udah ... demo, udah ... menuntut biar Ahok dihukum, udah ... trus apalagi? Ya, emang belom ada tindakan nyata dari pemerintah, berarti itu urusan pemerintah. Dosa, juga dosa pemerintah kan kita udah memperingatkan.

Yang perlu diinget,

Bahwa penistaan agama bukanlah hal baru yang sering terjadi, bahkan udah ada sejak agama itu diturunin. Udah dilakuin ama para kaum yang diseru para Nabi dan Rosul ampe mereka diadzab ama Allah. Kemudian gimana sikap kita ketika agama dihina? Lihat para Nabi! Misalnya Nabi Nuh yang tetep aja berdoa buat keselamatan anaknya Kan'an, atau nabi Luth yang tetap mempercayai istri durhakanya. Dan Nabi Muhammad yang pantang menyerah walaupun dituduh sebagai tukang sihir dan Qur'an disebut sebagai ayat-ayat setan. Para Nabi bukannya diam, tapi berusaha dan selalu mendoakan agar dibukakan hidayah pada kaumnya dengan dalih mereka "tidak mengerti."

Jelas!

Para penghina agama emang gak ngerti apa-apa tentang agama kita. Ngomong ya ngomong cuma berdasar pada hawa nafsu semata. Jadi biarin aja, entar juga mati sendiri atau ada balasan setimpal yang diterimanya. Pada intinya mereka buta dan gak sedikitpun ngeliat kebenaran yang kita yakini. Sedang kita yang ngerti aja kadang suka menghina dan memperolok agama kita sendiri. Loh, kok gue nulis gitu?

Gimana bisa?

Lo kira gue mulai ngomong sembarangan dan gak berdasar?

OKE,

gue kasih fakta. Yang KTP-nya Islam, pasti orang Islam. Ada elo yang di pojokan bilang, "belom tentu!" Oke, gak papa. Orang Islam pasti ngerti kalo sholat itu perintah dari Allah dan wajib hukumnya. Tapi sebagian dari kita suka nunda-nunda waktu sholat. Ketika adzan shubuh berkumandang, bukan shof yang merapat tapi selimut yang makin dirapatkan. "Nanggung, ah bentar lagi. Masih dingin ... " tau-tau bablas ampe jam 6 pagi.

Pertanyaannya,

apa itu namanya bukan memperolok perintah Allah? Yang otomatis juga menistakan agama? Di Qur'an juga ada lho perintah sholat, gak ikut perintah namanya apa bukan menghina yang merintah?

Kalem, Sob ...

Gue bukannya sok suci, sok analis atau apalah-apalah. Tapi gue cuma ngajak elo buat ngaca bareng-bareng. Bukan kita juga yang musti menghakimi atau memvonis seseorang. Dalam kasus Ahok, dia emang salah. Entah disengaja atau gak, salah ngomong, keceplosan dsb. Tapi ada yang lebih berhak buat ngasih hukuman ke dia.

Yuk,

ngaca lagi ...

JILBAB

Atau sekarang yang tren pake nama "hijab". Semoga sobat-sobat cewek gue di sini gak kayak gitu. Gitu gimana? Ya, gitu ... berhijab tapi gak menghormati apa yang mereka pake. Apa namanya gak "menghormati" kalo bukan "menghina", "meremehkan", "mengacuhkan", dkk? Ngertilah kalo hijab itu perintah agama, makenya juga dalam rangka ngelaksanain perintah, bukan karna tren semata. Tapi banyak juga yang berhijab tapi ngomong "anjrit" juga, pacaran juga, bahkan mesum juga. Belom lagi hijab dipadankan ama pakean yang gak matching, yang press body, yang terbuka dsb. Penghinaan macam apalagi coba?

Any complain, please?

Kalo gak ada, bolehlah kita sejenak ngopi.

Karna hijab gak harus trendi, Sob ... yang penting syar'i!

Bersendi kitabullah dan beraturan islami.

Supaya yang menatapnya mendapat kenyamanan mata dan ketenangan hati.

Kemudian,

bagaimana agar kenyamanan dan ketenangan itu juga bisa dirasakan oleh saudara-saudara yang non-muslim? Tentu aja dengan menampakkan akhlaq yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang bersahabat dan cinta damai.

Pelecehan agama Islam di seluruh dunia bisa jadi emang dilakuin ama orang-orang yang benci Islam. Caci maki mereka sebenernya cuma bermaksud memancing emosi kita. Alangkah baiknya kita gak mudah terpancing, dan tergesa menyerang balik mereka. Tunjukkan pada mereka bahwa betapa indah akhlaq kita sebagai seorang muslim.

Happy Blogging 'n Keep On Fire!

---------------- Wassalaam ----------------



No comments:

Post a Comment