Wednesday, May 11, 2016

Curhatan Mas - Mas Tukang Fotokopi


Buat Kalian Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir

farmhouse

Pagi itu kira-kira jam 7 sore pagi, seorang mahasiswa yang belum mandi dateng ke lapak gue di Jl. Banjarsari No. 61, Tembalang. Keliatan belum mandi karna masih pake boxer alay, rambut acak-acakan kayak bendungan Katulampa jebol, kerut-kerut di kulit muka juga gak kalah ama anak sungai Bengawan Solo. Sambil nenteng sebuah folder map besar, dia tertatih-tatih ngagetin gue yang agak ngantuk karna baru jaga semalaman.

"Mas, mas ... " sapanya tanpa diawali selamat pagi apalagi assalaamu 'alaikum.

"Iya," jawab gue.

"Bisa minta tolong jilid gak, Mas?"

"Jilid apa?"

"Jilid skripsi, Mas!"

"Hard cover?"

"Iya ... "

"Diambil kapan?"

"Jam 9 bisa, Mas?"

"Malam?"

"Pagi inilah, Mas ... masa' malem? Kan mau langsung dikumpulin."

"Berapa jilid?"

"Tiga, Mas ..."

"Wah, gak bisa ... kalo siangan dikit insya Allah takusahain,"

"Gak bisa jam 9, Mas?"

"Gak bisa ..."

"Tolongin lah, Mas ..."

"Gak bisa janji, masalahnya pagi biasanya rame entar malah gak kegarap gimana?"

"Ayolah, tolong banget, Mas."

Kadang gue gak abis pikir, kemana aja mahasiswa kayak gini ini semaleman? Atau mungkin baru jadi skrip langsung dateng ke sini buat dijilid? Mungkin juga dia tipe mahasiswa yang suka mepet-mepetin waktu? Masalahnya dia mahasiswa, makanya gue ngotot gak bisa nolongin. Bisa jadi beda kalo yang minta tolong tadi mahasiswi. Bhahaha, ya gak juga, ding ... Keenakan kalian yang yang tiba-tiba dateng gak mau tau keadaan kami. Harus bisa, musti mau nolongin, dsb.

Emang kayaknya kerjaan kami ini remeh dan sepele. Tinggal nunggu pelanggan, pencat-pencet tombol, gak mikir skripsi dll. Iya yang mikir kalian yang kuliah, tapi kalian perlu inget gimana besarnya jasa kami atas tugas akhir kalian. Tanpa kami, kalian bakal kesulitan ketika butuh fotokopi dari buku referensi atau kuesioner. Dan tanpa tugas akhir yang terjilid rapi dan sempurna tentunya gelar sarjana juga gak bakalan mudah tergenggam tangan kalian.

Bayangin kami juga yang musti mengopi diktat kuliah kalian yang setebel bantal. Membalik lembar demi lembar buku di depan paparan sinar laser yang katanya bahaya kalo keterusan kena mata. Tapi kami gak peduli, tetep kami lakuin yang penting kerjaan selesai. Kami juga yang musti melanggar hak cipta penerbitan buku yang jelas tertulis di setiap halaman depan buku. Kami gak peduli berapa tahun pidana yang bakal kami terima, penjara tahunan atau denda miliaran. Kami juga masa bodo ama berapa gram toner karbon yang kami hirup ketika mengisi tinta mesin fotokopi. Bayangin oleh kalian walopun kami gak bisa ngebayangin hidup kami nantinya.

Dengan ini, bukannya kami pengen nama kami nantinya ada di halaman ucapan terima kasih skripsi kalian. Bukan juga pengen traktiran kalo kalian diwisuda nanti. Kami cuma pengen kalian menghargai kami, walopun kami cuma mas-mas tukang fotokopi. Jangan kalian seenaknya, walopun bener kalian yang membayar kami. Jangan kalian sombong melangkah di hadapan kami, seolah status mahasiswa lebih tinggi derajatnya daripada tukang fotokopi seperti kami.



4 comments:

  1. thankyou for all mas-mas dan mbak-mbak fotocopy di seluruh muka bumi. cheer

    ReplyDelete
  2. Baperrr wkkwkwk. Sabar yaa mas mas tukang foto copy

    ReplyDelete