Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Gargoyle In Love

Gambar
Sudah sejak abad pertengahan aku bertengger di sini. Menadah air hujan di atap biara Redemptus. Menatap para domba dari masa ke masa, menyimak pengakuan dosa, menyaksikan misa pernikahan atau sekadar mendengarkan khotbah-khotbahpenuh bualan.Bosan? Tentu saja, karena tak ada satupun yang menjaminku masuk surga seperti yang diceritakan dalam kitab suci mereka. Tapi akhir-akhir ini ada yang membuatku rindu. Sebulan yang lalu, ada penempatan biarawati baru. Salah seorang dari mereka menarik perhatianku.
Namanya Joanna Evelyn. Tugasnya menyalin dan menerjemahkan buku di skiptorium biara. Selama ini aku belum berani menyapanya, hanya mampu memandanginya melalui kisi-kisi balkon. Hingga pada suatu hari Joanna memergokiku.
“Ada apa, Gargoyle?” selidik Joanna.
“Ti … ti … tidak ada apa-apa,” jawabku terbata.
“Aku tahu kau selalu memperhatikanku.”
“Be … benarkah?”
Kemudian dia meninggalkanku begitu saja. Sementara aku masih gugup. Ada apa denganku ini? Bukankah aku lebih dulu tinggal di biara i…

eksak #12 | Livor Mortis

Gambar
Bagian sebelumnya ...

Bakda Isya’. Masih mengenakan sarungnya, Eksak duduk di teras. Ditemani segelas hitam kopi kental dan hape butut yang dari tadi dipandanginya. Sambil menunggu Rani yang katanya mau menelepon. Beatbox jangkrik dan dubstep katak sawah adalah kolaborasi indah yang menambah suasana malam itu menjadi semakin on beat. Sementara itu pikiran melayang pada kejadian tadi siang. Pada analisisnya yang berkenaan dengan ilmu tanatologi yang hanya dipelajarinya lewat sebuah e-book.
When we start killing, It’s all coming down right now. From the nightmare we’ve created, I want to be awakened somehow … (I want to be awakened right now!)
Tiba-tiba reffrain The Howling-nya Within Temptation berdentam dari hapenya. Tanda bahwa ada seseorang yang menelepon. Siapa lagi kalau bukan Rani?
“Assalaamu ‘alaikum … “
“Wa ‘alaikum salaam wa rahmatullah.”
“Lagi ngapain?”
“Nungguin elo nelpon,”
“Hehehe, ‘em sorry … ini juga gue baru balik dari kantor.”
“So, gimana perkembangan kasusnya?”
“Lumayan, pengambi…

eksak #11 | Tanatologi

Kasus sebelumnya ... Jam makan siang di sebuah café. Ramai. Karyawan dan pekerja kantoran kelaparan tampak lalu-lalang mencari makan. Sementara itu di sebuah meja dekat pintu masuk, dua gelas besar Crispy Sandwich Ice Cream di atasnya.

“Tumben gue ditraktir es krim?” kata Eksak dengan mulut penuh es krim.

“Ya itung-itung rasa syukur gue aja punya temen sekeren elo,” jawab Rani kalem.

“Atas apa?”

“Karna berkat kasus-kasus yang dipecahin bareng elo kemaren, sekarang gue diangkat jadi detektif resmi di divisi pembunuhan.”

“Waawww! Selamat ya,Ran! Nggak nyangka gue akhirnya punya temen detektif sungguhan."

Pastinya gue bisa belajar banyak dari elo!”

Eksak menjabat erat tangan Rani. Ada kegembiraan yang tak bisa diungkap dengan pemecah sandi manapun.

Eh ya, ngomong-ngomong skor DET(Detective Exam Test) elo berapa, Ran?”

“98.7, Eks …”

“Waw, itu keren banget!”

Tiba-tiba Strong Enough-nya Sheryl Crow mengalun dari hape Rani.

“Bentar ya, Eks …halo? Di mana? Oke! Saya segera ke TKP.”

“…

Kado Terindah

Gambar
"Will you marry me?"
Entah sudah yang keberapa ribu kali kaulontarkan kata-kata itu.
"Are you strong enough to be my man?"
Kau tersenyum sambil mengganti sebuket mawar layu dalam vas dengan yang baru.
"Kau selalu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan juga."
"Bukankah masih banyak perempuan di luar sana? Dan pastinya tak penyakitan seperti aku,"
"It was also same statement,"
"Selama ini kau yang mengurusi aku. Kau juga tahu vonis dokter yang diberikan padaku,"
"Bahwa kau tak akan berumur panjang? Sudah vonis keberapakah selama ini? Dan selalu meleset."
"Kau berharap aku mati, ya?"
Kau dekatkan kursi ke ranjangku, kemudian duduk menatap wajahku.
"Aku hanya berharap kau mau menikah denganku, Sayang ... "
"Walaupun aku akan mati esok hari?"
Kau mengangguk.
"Tak bosankah kau menungguku? Tak inginkah kau berubah pikiran?"
Kau menggeleng.
"Sebenarnya apa tujuanmu dengan menikahi…

Mesin Waktu Berperangko

Gambar
from: eksak
Menjumpai kau yang ada di suatu tempat. 
Mungkin ini bukanlah surat pertama yang kutulis untukmu. Pernah kali-berkali di beberapa tahun silam aku pun menuliskannya dan sama seperti yang telah lalu, surat itu tak pernah kaubalas atau mungkin tak sekalipun kau membacanya. 
Mencorat-coret kertas ini untuk sekadar mengungkapkan rasa cinta akan sedikit tabu untukku, inilah yang menjadi alasan mengapa aku dan kebanyakan orang hanya mampu menuliskannya dalam diam. Hingga untuk mengungkap cinta saja tak pernah bisa kulisankan. Namun semoga kau bisa melihat tingkah lakuku sebagaimana aku melihatmu dengan penuh cinta. 
Senantiasa dariku yang selalu mencintaimu. 
Dulu kayak gitu namanya surat cinta. Cuma segitu aja nulisnya bisa berhari-hari sambil menahan rasa yang tertunda. Bahkan  ampe berulang-ulang dibaca dan berkali-kali revisi sebelum akhirnya siap untuk dikirimkan. Tapi perjuangan gak berhenti ampe di situ, Sob! Gue musti pilah-pilih amplop yangdirasa klop, gak lupa juga parfum b…

eksak #10 | Cinta & Nafsu

Gambar
Jangka waktu yang panjang untuk hiatus-nya sebuah blog. Kesibukan kembali dijadikan kambing hitam (meskipun sebagian adalah benar). Kalau blog ini adalah sebuah kendaraan yang menginap lama di tempat parkir, pasti udah diderek dan didenda jutaan, atau dirongsokin ke loak besi tua karena udah bobrok dan berkarat. Kalau misalnya sebuah kasus korupsi, pasti udah dilupain dan ilang ditelan jaman sementara si Koruptor merdeka jaya sambil menghambur-hamburkan uang hasil korupnya.
Mohon maaf apabila blog ini bagaikan mayat hidup yang gak tentu kapan hidup kembali dari kematiannya. Nah, daripada nanti keburu mati lagi, mending kita selesaikan saja Cerita Anak SMA kemarin.
***
"Baik. Silakan kamu jelaskan apa yang telah terjadi," kata Pak Kepala Sekolah.
"Fakta pertama; Nur tinggal di rumah Vanya karena dia hanya ingin terus bersekolah. Makanya Nur rela diperlakukan kasar oleh Vanya dan bersabar hanya agar dia dapat terus bersekolah di sini," ujar Eksak.
"Pasti Nur i…

Material Flex Box

No Signal

Assalaamu 'alaikum, Sobat! Apa kabar? Lama ya gue gak ngelapak di marih! Dan lagi-lagi gue musti terdampar at a place with no signal, di sebuah daerah tanpa sinyal. Padahal bukan di hutan belantara tapi ya emang pelosok banget. Mau nelpon keluarga susah, mau internetan susah, bahkan transportasi aja susah. Dan alhamdulillahnya gue udah bisa pulang, Sob! So, gue bisa nyapa elo lagi ampe kerjaan di tempat tanpa sinyal itu manggil-manggil gue. Sebenernya sih kerjaan belum opname, tapi karna Mr. Han sakit (Get well soon, Mr!) dan gak bisa kerja ya udah gue anterin Beliau pulang dulu. Di tempat kerja, Kalo gue berangkat kerja, Beliau gak ada yang ngerawatin. So kalo gue bawa pulang kan ada orang rumah yang ngerawatin sementara gue bisa internetan :p Kangen gue ama Sobat-sobat gue. Sobat gue ya elo dan juga si Leno yang selalu ngebantu gue buka lapak. Ngomongin daerah tanpa sinyal, gue yakin elo yang udah kecanduan online bisa ngebayangin gimana rasanya sehari aja tanpa…