Wednesday, December 24, 2014

Little Netherland







foo
bar
baz
bazz

Kota Lama Semarang

@ex3onfire

Image by Google
Object:

The Old City.

Where at:

In the eastern part of Semarang from Mberok to Terboyo bus station.

How to get there:

By bus from anywhere, which pass Johar Market. Ask to stop in Mberok Bridge.

Highlights:

Here is the beginning of Semarang. Built by Dutch around 1700. Architecture and the design of the area are based on European architecture and design.

What to do:

Another perfect place to do some photographical activity and learn some more about architecture.
Blenduk Church, at 32 Letjen Suprapto Street in the old town of Semarang, Central Java, is located in a small courtyard between former office buildings. The Jiwasraya building is located to the south, across the street, while the Kerta Niaga offices are to its west.
Kota Lama adalah potongan sejarah, karena dari sinilah ibukota Jawa Tengah ini berasal. Semarang dan Kota Lama seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan begitu saja. Dan tentu saja ini menghadirkan keunikan tersendiri. Sebuah gradasi yang bisa dibilang jarang ada ketika dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya.

Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland mencakup setiap daerah di mana gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu istilah kota lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang. Tentunya mereka membawa sebuah konsep dari negara asal mereka untuk dibangun di Semarang yang nota bene tempat baru mereka. Tentunya mereka berusaha untuk membuat kawasan ini feels like home bagi komunitas mereka.

Kawasan Kota Lama Semarang mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang dikelilingi kanal-kanal dengan bangunan berlanggam eropa menjadikan kawasan ini mirip sebuah kota laiknya yang berada di Belanda. Pusat dari Kawasan Kota Lama berada di Taman Srigunting, sebuah taman yang terletak di jantung Kawasan Kota Lama Semarang. Di masa lalu taman ini adalah sebuah lapangan bernama parade plein, besar kemungkinan karena acap kali digunakan untuk parade militer karena tak jauh dari sana terdapat sebuah barak militer. Sebelum menjadi lapangan, taman ini memiliki fungsi sebagai kerkhof atau pemakaman warga eropa, sebelum pada awal abad 19 kerkhof dipindah ke daerah pengapon. Di sekeliling Taman Srigunting terdapat bangunan-bangunan dengan nilai arsitektur dan sejarah yang tinggi seperti Gereja Blenduk, Gedung Marba, dan Gedung Jiwasraya.

Dari segi tata kota, wilayah ini dibuat memusat dengan Gereja Blenduk dan kantor-kantor pemerintahan sebagai pusatnya. Mengapa gereja? Karena pada saat itu pusat pemerintahan di Eropa adalah gereja dan gubernurnya. Gereja terlibat dalam pemerintahan dan demikian pula sebaliknya.

Bagaimanapun bentuknya dan apapun fungsinya saat ini, Kota Lama merupakan aset yang berharga bila dikemas dengan baik. Sebuah bentuk nyata sejarah Semarang dan sejarah Indonesia pada umumnya.

sumber: seputarsemarang.com


10 comments:

  1. Beuh... Pengen deh kesana.. Padahal dari tempat saya g jauh juga, tapi belum pernah

    ReplyDelete
  2. konon di tempat ini sering jg buat tempat uji nyali sama syuting film misteri ya mas :)

    ReplyDelete
  3. saksi sejarah buat cerita ke anak cucu.. kelak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups! Bener banget ... dad

      Delete
  4. termasuk tempat bersejarah yang menyimpan banyak cerita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cerita vampir ada gak? depressed

      Delete