Wednesday, November 19, 2014

Continue ?



Cerita sebelumnya: Sacrifice




Fajar keenam. Tubuhku masih tergolek tak berdaya di samping patung tubuh Jendral Khrohne, ayah Keyra. Rapuh tanpa ruh. Apakah nasibku akan berakhir seperti ini? Gagal menjalankan misi dan mati? Kembali aku meyakinkan diriku bahwa ini hanyalah sebuah permainan. Sebuah Role Playing Game (RPG) di mana para pemain dituntut untuk berkolaborasi merajut sebuah cerita bersama. Bahkan para pemain dapat memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan. Asal tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan, para pemain bisa berimprovisasi membentuk arah dan hasil akhir permainan ini.

Tubuh fanaku bergetar. Semakin berpikir, tubuh lemah manusia ini semakin bergetar. Tiba-tiba ruhku datang, dipapah sesosok ruh yang tak kukenal. Kurasakan ada yang masuk ke dalam tubuhku. Kemudian tenang. Setelah mengembalikan ruhku, ruh tanpa nama itu memberiku pengetahuan tentang Hépzeba. Tentang seorang Slakve bernama Zyreth yang ternyata adalah RoleRanger. Tentang diriku yang ternyata adalah Levroniah di peradaban sihir ini. Dan tentang dirinya yang mengaku sebagai Ruh Sejati milik Keyra, sang Putri Tunggal. Itu berarti misiku selesai, karena aku telah menemukan sang Ruh Sejati. Tapi ia memintaku untuk melakukan satu misi lagi, menjaga Keyra hingga perang benar-benar dapat dicegah.

***

Aku benar-benar siuman ketika mendengar dobrakan dari pintu depan diiringi teriakan.
 
"Keluar! Aku tahu kamu ada di dalam, Keyra!"

Peter menerobos masuk dengan diiringi beberapa orang berjubah jingga. Zyreth kepalkan tangan untuk mengumpulkan rana, tapi Keyra sudah lebih dulu berdiri dan menyongsong mantan kekasihnya itu.
 
"Jangan!" sergah Zyreth. 

Namun Keyra hanya mengulas senyum licik sebelum menyentakkan genggaman Zyreth.
 
"Aku bisa mengatasinya."

***
Peter memasang kuda-kuda bersiap menyerang Keyra. Oh, tidak! Keyra bisa terluka. Aku tahu benar serangan tipuan semacam itu. Combo tipuan yang biasa dilakukan oleh karakter antagonis dalam fighting game. Cheat-nya adalah ketika serangan pertama dilancarkan, mau tak mau tokoh jagoan harus menangkis serangan atau memberikan reverse attack. Dan secara tak terduga, musuh akan melancarkan serangan beruntun tanpa sepengetahuan si Jagoan.

ZAPPP!!!

Tiba-tiba sinar biru entah dari mana asalnya merobohkan Peter. Serta-merta orang-orang berjubah jingga itu menangkap Peter sebelum tubuhnya jatuh ke tanah. Semua orang yang berada di tempat itu kebingungan. Mencari-cari asal sinar biru yang melesat tiba-tiba itu. Saat Zyreth menoleh ke belakang, ia terkejut menemukanku dengan telapak tangan yang masih mengepulkan asap kebiruan. Aku pun tak tahu, apakah serangan tiba-tiba itu berasal dari tanganku? Berarti benar ucapan ruh tanpa nama itu, bahwa aku akan mendapatkan kekuatan baru dari ruh Levroniah.

"Rudi? Bukankah kau ... " kata Zyreth terbata.

"Hai, Role! Apa kabar? Terima kasih telah melibatkanku dalam petualangan ini. Oh, iya ... mantra Onense-mu ternyata malah meleburkan ruh Levroniah dan ruh manusiaku, hingga sekarang dalam tubuh ini bertransformasi kekuatan sihir Levi dan otak gamerku."

"Lalu ruh siapa yang masuk ke dalam tubuh Keyra?" Stephanie pun bersuara.

"Hai, Steph! Awalnya kukira kaulah ruh sejati itu. Tapi ternyata bukan! Dan ruh sejati yang sebenarnya ada dalam tubuh Keyra, sang Putri Tunggal. Ia tak akan pernah bisa tergantikan dengan ruh siapapun. Termasuk ruhku."

"Jadi sekarang kau telah bertemu dengan ruh sejatiku. Apalagi? Saatnya kau pulang dengan omong kosongmu itu, Lelaki bau!" seru Keyra tak senang.

"Tenang, Tuan Putri! Misiku sekarang adalah menjaga tubuh dan ruh sejatimu hingga perang benar-benar tak akan terjadi."

"Huh! Aku tak butuh bantuan dari lelaki primitif dan bau sepertimu!"

"Awas!!!" teriakku saat kulihat gerombolan jubah jingga menyerang ke arah Keyra. Sekejap tubuh Keyra telah berada dalam rengkuhanku. Counter dan combo bertubi-tubi mereka kerahkan tapi selalu dapat kutepis dengan mudah. Naluri gamer! Entahlah, apakah Keyra sanggup menahan bau tubuhku? Biasalah, gamer kan memang jarang mandi. 

"Kau sekarang sungguh telah menjadi Levi!" Zyreth tiba-tiba datang, membantu menahan serangan.

"Makanya aku tak kan mati begitu saja, Role! Walau aku bukan pribumi Hépzeba, tapi ada Levi dalam tubuhku." Uh! Hampir saja aku terkena pukulan lawan.

"Steph! Jaga Keyra!" pintaku sambil melepaskan tubuh lemah Keyra ke arah Stephanie.

Pertempuran tak seimbang itu terus berlanjut. Aku berdua dengan Zyreth mati-matian menahan gempuran gerombolan jubah jingga yang tak mati-mati, atau jumlah mereka yang bertambah banyak. Cahaya warna-warni berlecutan seperti kembang api. Aku terpukau, Uh! Hampir saja aku terkena pukulan lagi. Akhirnya satu persatu dari mereka berjatuhan dan terbakar habis. 

"Selalu ada pilihan dalam sebuah permainan, Role! Walaupun akhirnya kita akan mati, tapi kita selalu dibawa dalam pertanyaan CONTINUE? diikuti dengan angka sembilan yang perlahan berhitung mundur. Terserah apakah kita ingin melanjutkan atau menyerah tanpa satu poin pun?"

"Kau memang seorang gamer sejati, Rud!"

"Dan aku banyak belajar dari thread-mu di forum, RoleRanger!"

Beberapa orang berjubah jingga yang selamat tertatih membopong tubuh Peter yang masih tak sadarkan diri. Aku dan Zyreth menuju ke tempat Stephanie dan Keyra bersembunyi.

"Kalian tak apa-apa?" tanya Zyreth cemas.

"Bagaimana keadaan Tuan Putri?" tanyaku kemudian.

Meskipun dalam keadaan lemah sekalipun, Keyra masih jengah menerima pertanyaanku. Ia hanya memalingkan wajahnya. Seperti tak sudi menatapku. Hening. Semua terdiam. Larut dalam pikiran apa yang akan terjadi selanjutnya. 

"Lebih baik kita segera pergi dari tempat ini, sebelum Bjork mengirimkan bala bantuan." Stephanie memecah keheningan.

"Ayo! Kita harus ke tempat Tuan Muffrowl untuk menyembuhkan ayah Keyra!" seruku sambil mengangkat patung tubuh Jendral Khrohne tanpa diminta lagi.

Kembali hening.

"Rud ... "

Aku menoleh. Suara Tuan Putri Keyra begitu lembut menyebut namaku.

"Terima kasih kau telah menyelamatkanku tadi."

***

Jumlah: 850 kata.



6 comments:

  1. Bener-bener Bang Eksak niiy bandel ya qeqeqe
    Yang bikin gw ngakak : "Entahlah, apakah Keyra sanggup menahan bau tubuhku? Biasalah, gamer kan memang jarang mandi."
    Jujur banget sih :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuhu, atau gue out aja di putaran ketiga ea? depressed

      Delete
  2. saya gamers juga ya, eh emang dulunya saya jarang mandi juga, sekarang sudah sering, jarang main game, hahahaha

    ReplyDelete