Monday, October 13, 2014

eksak #7 | Medan Magnet




"Ini pembunuhan!" seru eksak layaknya detektik di part eksak #6.

Semua mata menuju ke eksak seakan ingin menelannya bulat-bulat. Bukankah telah diidentifikasi bahwa kasus ini adalah kecelakaan murni akibat dari keteledoran pengemudi? Bahkan tak sedikit juga yang mencibir.

"Apaan sih, Bocah? Mau jadi detektif, ya?"

"Jelas-jelas ini kecelakaan. Kan dia nyupirnya sendirian, gak ada orang lain?"

"Oke, oke! Sodara-sodara harap tenang. Biar pemuda ini menjelaskan leluconnya." Polisi coba menenangkan massa.

"Siapa namamu dan kenapa kamu bisa bilang kalau ini adalah pembunuhan?"

"Baik, Pak! Nama saya eksak. Coba Bapak liat kabel rem mobil yang terpotong, maksudnya dipotong secara sengaja dengan pisau atau gunting. Pelaku memotong kabel rem agar korban tak bisa berhenti saat kereta melintas. Seolah-olah korban ngebut padahal remnya blong!"

"Kalo remnya blong harusnya korban bisa melewati lintasan dengan lancar. Entah setelah itu menabrak sesuatu dsb, tapi saksi mata melihat mobil korban malah mogok di tengah lintasan," sergah pak polisi.

"Itulah triknya, Pak! Jadi pelaku adalah orang yang tau persis jam-jam kapan kereta lewat. Setelah sebelumnya pelaku memotong kabel rem mobil, kemudian mereka bertengkar. Pelaku menampar korban, bisa jadi kita bisa menemukan sidik jari pelaku di pipi korban. Lalu korban yang merasa kesal, kabur dengan mobil yang telah blong remnya. Seolah-olah korban adalah pengemudi yang ugal-ugalan. Dan pada waktu kedatangan kereta yang telah dihapal pelaku, terjadilah insiden kecelakaan sesuai dengan rencananya!"

"Kemudian kenapa mobil yang remnya blong mendadak bisa mogok di tengah perlintasan, padahal kalau melihat rusaknya palang kereta pasti mobil dikemudikan dalam kecepatan tinggi?"

"Mungkin Bapak bisa menilik lagi data kasus kecelakaan di perlintasan rel kereta api. Kalau dicermati, semua mobil yang sering mogok di tengah perlintasan sampai tertabrak kereta adalah mobil berbahan bakar bensin. Mogoknya mobil terjadi akibat daya magnetik yang terdapat pada rel kereta api. Daya tarik magnet timbul karena adanya gesekan antara roda kereta dan rel."

"Iya, benar! Data memang menunjukkan seperti itu,"

"Roda kereta api umumnya terbuat dari baja berjenis ferritic. Baja jenis ini mempunyai medan magnet yang sangat kuat medan magnetnya dibanding jenis baja lainnya. Pemilihan baja ini agar kereta melaju stabil."

"Ya, dan dari data semuanya berbahan bakar bensin! Bagaimana ini bisa terjadi?"

"Kendaraan yang rawan mogok, biasanya adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin, sedangkan yang berbahan bakar solar, hal itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Sebab, beberapa kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI. Saat terkena medan magnet besar, pengapian CDI ini akan terpengaruh, sehingga mesin mobil bisa mati."

"Lapor, Ndan! Kami telah menemukan pemilik mobil yang sebenarnya berdasarkan nomor polisinya!" tiba-tiba polisi lain memberikan laporan.

"Apakah data-datanya lengkap? Apa ada nomor telepon yang bisa dihubungi? Mungkin pemilik mobil adalah suami korban!" kata sang Komandan.

"Siap, Ndan! Nama pemiliknya: Heru Prasetyo, pekerjaan: seorang pengacara. Dan ini nomor teleponnya!"

"Bagus! Kembali bekerja!"

"Siap!"

Sang Komandan termenung sejenak, sambil memandangi nomor telepon yang baru saja diterimanya.

"Maaf, Pak! Bolehkah saya yang menelepon nomor tersebut?" eksak tersenyum-senyum geje membuat komandan polisi itu bergidik ngeri.

"Eh, hmmm ... Sebenarnya ini pekerjaan tim penyidik. Tapi karna kamu sudah memberikan hipotesa pada pihak kepolisian, oke baiklah ... " jawab sang Komandan dengan seribu keraguan di wajahnya.

eksak menerima nomor telepon itu dengan sumringah. Kemudian dia mengeluarkan hape bututnya dan coba menghubungi nomor tsb. Polisi menunggu apa yang akan dilakukan eksak dengan galau. Karena menunggu adalah pekerjaan yang paling menggalaukan. Lagian siapa yang nyuruh kerja nunggu sambil galau? Kerjaan polisi tu kan mengayomi masyarakat?!! #gejegaje

"Hallowww!" eksak mulai alay.

"Maaf, pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini ... "

GUBRAAAKK!!@#^&<>]*;!!!

Bersambung ...

6 comments: