Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Demokrasi Tak 'Kan Mati

Gambar
Assalaamu 'alaikum, Sobat! Apa kabar, Indonesia? Happy Sunday! Eh, tau gak Sob? Kemarin gue libur, lho. Monday is another heaven on earth buat gue. Maklumlah kuli bangunan, karna jarang-jarang gue dapet libur di hari Minggu. When Monday comes, nothing else matters to me except oversleep. Dan pagi ini, ternyata gue masih melihat, bernafas, bergerak, dan tinggal di negara yang masih berpresiden SBY. Seketika gue inget apa yang ngeberatin daya logika gue. Lagi-lagi isu baru politik yang menyerap perhatian khalayak ramai Indonesia, bahkan dunia. Terkait hebohnya RUU pemilihan kepala daerah yang mekanismenya diatur oleh DPRD.

Rasanya belum cukup, libur seharian nongkrongin twitter timeline dan nonton berita tv yang totally disagree atas keputusan ini. Gue masih gak terima atas kemunduran demokrasi ini.

Gue selalu mikir kalo it just a joke, maksud gue, yang bener aja orang di pemerintahan sedangkal itu buat ngebawa demokrasi di negeri ini melangkah mundur ke era orde baru. Apalagi fina…

Tersisih

Gambar
sumber

Sudah hampir sebulan aku menjadi bagian dari keluarga Bang Salim. Tapi sepertinya ada yang tak senang atas kehadiranku ini. Ia menatapku lurus dengan mata hijaunya. Oh, tidak! Apa yang sudah kulakukan? Apakah keberadaanku membuatmu merasa tersisih, Bro? Aku kan tak pernah mengambil makananmu. Bang Salim sudah lebih dari cukup memanjakanku. Makanankupun lebih bergizi daripada punyamu. Atau mungkin kau cemburu? Gara-gara Bang Salim sering mengajakku jalan-jalan ke taman? Sedangkan kau hanya di rumah menjagai pintu.

Sejak pertama kali aku memang telah diperlakukan spesial oleh Bang Salim. Pernah suatu ketika aku masuk ke dapur dan menghabisi menu makan siangnya. Tapi Bang Salim tidak marah, ia hanya tersenyum sambil mengelus-elus kepalaku. Dan hal ini tak akan berlaku untuk si Mata Hijau. Bang Salim pasti akan mengomelinya dan melemparnya ke luar rumah.

Hari-hari berlalu dan aku telah betah di rumah ini. Apalagi kurasakan si Mata Hijau juga semakin ramah padaku. Entah apa yang me…

eksak #6 | Lintasan Maut

Gambar
Pada suatu titik dalam hidupku, setelah membaca tumpukan novel fantasi, fiksi ilmiah, komik-komik detektif dan film-film adaptasinya, aku memutuskan bahwa kehidupan nyata sangatlah membosankan dan siap membayar apapun demi datang ke Hogwarts, Middle-Earth, dan Narnia. Aku bersedia mengorbankan seluruh karyawan di tempat kerjaku dan membakar bangunan pabriknya. Kemudian menggambar pentagram dan menari di bawah bulan purnama sembari ditonton oleh Kania, karyawati bagian front desk yang sangat cantik dan seksi. Pun akan kulakukan demi bisa mendapatkan kesempatan itu.

Telah kumulai dengan pentagram yang pertama ...

eksak #1 | eksak #2 | eksak #3 | eksak #4 | eksak #5 |

***

Suatu sore di kafe Nebula. Dua buah coffee punch di atas meja. Ada dua anak manusia yang dipertemukan di sebuah kasus.

"Jadi gimana elo bisa nyari Pak Bejo sepagi itu?"

"Hehe ... sebenernya gue cuma pengen nentuin aja dimana rumah Pak Bejo sebelum penyergapan. Karna dia udah jadi TO atas bisnis obat i…

Tiga Sahabat

Gambar
sumber

"Elo tau? Gue ninggalin dia demi kita!"

"Bohong!!"

"Yang kayak anak kecil itu elo! Gak pernah bisa baca perasaan!"

"Apa sih yang kurang dari gue?"

"Apapun udah gue korbanin! Waktu, tenaga, harta ... "

"Gue kan cuma ... "

"Cukup!!!"

"Udah, udah! Gue gak mau denger lagi!"

"Lebih baik kita bubaran aja,"

"Oke! Mulai sekarang kita bubar!"

"Terserah kalo itu yang elo mau!"

"Shitt!!!"

TUT ... TUT ... TUTTT ...

Hening. Kemudian ketiga sahabat itu berpelukan. Lama.

"Ayo lemparan siapa yang paling jauh!" seru Eliya sembari melempar ponselnya ke lepas pantai.

Erika dan Emilia pun tak mau kalah. Sejak saat itu, mereka berjanji bahwa tak ada yang lebih penting daripada persahabatan. Tak ada lagi yang dapat memisahkan mereka, termasuk pacar-pacar mereka.

***

Jumlah: 115 kata | prompt #62 MFF

Ebola

Gambar
sumber

Melalui jendela kabin hibernasi, samar kulihat planet hijau itu lambat-laun menjadi biru. Semakin ke atas semakin bulat. Perjalanan ini adalah kulminasi segala kejayaan teknologi, segala keindahan dan kerinduannya. Kabin ini akan menjagaku dalam tidur dingin sampai waktu pendaratan. Masih terbayang lambaian tangan Kania melepas keberangkatanku.

Seharusnya tugasku telah selesai tanpa membekaskan apa-apa. Tetapi gadis itu memberi kesan keindahan di benakku. Lumatan bibir gadis itu memang luar biasa. Dahsyat seperti black hole yang menghisap jagat raya.

Aku hanya diutus untuk belajar ebologi dari Profesor Luis, ayah Kania. Ebologi adalah ilmu khusus yang mempelajari tentang virus ebola. Hanya itu dan tidak untuk mengesankan seorang anak profesor.

Kuusap gambar Kania di monitor perekam perjalanan. Padahal baru sepersekian cahaya, tapi jarak harus tega mengutuk rinduku.

"Bawakan aku bintang, Zul!" kata Kania sesaat sebelum alat penghilang memori kupendarkan ke wajahnya…

Setetes Air Hina

Gambar
Hei jangan mentang-mentang punya
Memandang orang tidak dengan sebelah mata
Hei jangan mentang-mentang kuasa
Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada

Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
Yang berhak disembah oleh segenap alam

He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama

Bukankah engkau dilahirkan telanjang Tanpa sehelai benang
Kemudian berkat rahmat-Nya Tuhan Kau bisa jadi orang
Tak malukah, tak sadarkah
Kaukira dirimu siapa

He, tidakkah kauperhatikan
Dari apakah dulu dirimu dijadikan
He, dari tetes air hina
Kau diciptakan lalu engkau disempurnakan

Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Tak pantas kausandang sebagai seorang insan
Yang tiada daya tanpa kehendak Tuhan

He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama

*nyanyi dulu, Sob ...Gue, iya gue. Gue yang dulu bukanlah yang sekarang ... *nyanyi lagi. Dulu sebelom gue berkecimpung di kancah dunia p…

Inspiration Wherever Come From

Gambar
Assalaamu 'alaikum, Guys!Don't ask about the title. I'm always bad at titles. Firstly, I am sorry that I virtually disappeared around here. Secondly, will you be able to forgive my disappearance if I tell you why disappeared? Kalo pada 300-an SM, Archimedes udah bikin kita puyeng ama rumus-rumus matematiknya. And then, pada akhir 1900-an M dan awal 2000-an M (berjarak sekitar 2250 tahun), Stephen Hawking maksa otak kita keblinger ama teori-teori penciptaan alam semestanya. Si Jenius ini expert dalam bidang cosmology dan quantum gravity, khususnya kajian tentang black hole. Katanya lubang hitam ini adalah pusat galaksi kita.

Atau jangan-jangan, black hole ini juga yang diliat ama Raja Khufu dan orang-orang Mesir pada 2000-an SM, yang mereka yakini sebagai surga dan ngedorong mereka buat ngebangun piramida sebagai jalan menuju ke sana. That's incredible! Isn't that amazing? I think so.

Siapa sih sebenernya si Hawking? Gimana sosok si Jenius ini? Dari bukunya A Memoar:…

Sampah di Tanah Limbah

Gambar
Matahari siang ini begitu terik. Aku duduk di atas kotak telepon tua yang tertimbun separuh. Pastinya telepon ini adalah salah satu penemuan sukses di masa lalu. Meskipun sekarang tampak tua dan tersisihkan di antara tumpukan sampah ponsel dari berbagai jaman. Di depanku ada seorang kakek. Tangannya sangat cekatan memilah-milah sampah antara logam, PVC dan brominated flame-reterdants. Tubuhnya legam, tenggelam dalam limbah elektronik yang dikirim dari berbagai belahan bumi. Tak heran kulitnya dipenuhi kutil.

Tiba-tiba kakek itu mengangkat wajahnya, kemudian menatapku lekat.

"Jadi bagaimana kau masih berdiam di tempat ini, Nak?"

Mungkin ia lupa bahwa pertanyaan itu telah dilontarkannya puluhan kali.

"Kau tau, Nak? Bahwa dulu aku adalah seorang pecinta alam. Dan seorang pecinta sejati tak akan berpaling walaupun yang dicintainya telah sedemikian rusak."

"Jadi apakah dulu bumi tak seperti ini, Kek?"

"Ya, tentu saja tidak. Dahulu bumi begitu hijau, begitu ban…