Saturday, May 24, 2014

Nomor Acak



"Haloo ... "

"Halo! Ini siapa, ya?"

"Eksak,"

"Eksak siapa?"

"Ah, masa lupa? Aku temennya temen kamu."

"Temenku yang mana? Trus dapet nomer hapeku dari mana?"

"Ngacak!"

***





Akhirnya aku tahu namanya. Dian Nur Hayati. Nama yang cantik bukan? Pasti orangnya juga cantik. Suaranya merdu dan enak diajak mengobrol. Itulah keisenganku saat awal-awal mempunyai hape. Nokia 1100i. Hape seken yang kuperoleh dari hasil menyisihkan uang jajan. Tiada hari tanpa hape. Tiada waktu luang tanpa mengacak nomor hape. Mendengar suara-suara baru di luar sana dan hanya menerima cewek.

Di lain hari, aku kembali berhasil mendapatkan nomor hape baru dengan ilmu acakku.

"Halo ... " sapaku.

"Haloo!" jawab suara bas di sana.

TUT ... TUT ... TUT ...

Sial, cowok! Langsung saja kututup panggilan itu. Siapa yang sudi beramah-tamah dengan sesama pejantan? Ngacak lagi.

Di masa-masa itulah aku juga mulai mengenal istilah kopdar atau kopi darat. Dari yang tadinya akrab hanya lewat telepon dan SMS hingga panggilan sayang dan cinta-cintaan sampai bertatap muka secara langsung.

"Eks! Besok ketemuan, yuk!"

"Oke! Dimana?"

"Di alun-alun pendopo kabupaten aja."

"Beres! Jam berapa?"

"Jam 3 sore! Besok aku pake kaus warna pink, ya ... "

"Oke, deh!"

Dan tentu saja aku tak sabar menunggu saat pertemuan itu. Aku akan segera melihat kecantikan Dian yang kubayangkan selama ini.

Sore hari itupun tiba. Rasa deg-degan sudah pasti ada. Jam 3 lewat seperempat, aku telah berada di sekitar alun-alun. Tempat ini memang selalu ramai. Apalagi menjelang sore sampai malam hari. Tiba-tiba Nokia Tune berdering dari hape di kantong.

"Eks, kamu dimana? Dah nyampe belum? Pake baju apa?

"Bentar lagi! Ini masih di jalan. Tunggu aja, ya ... "

TUT ... TUT ... TUT ...

Mataku menyapu setiap sudut alun-alun. Mulai dari tempat orang jualan es dawet hingga pohon beringin besar di ujung sana. Tapi dimana gerangan si Cantik berkaus pink itu? Nah, itu dia! Busyet, cakep banget! Coba tes pake misscall, ah! Lhoh, kok gak diangkat? Cewek itu juga anteng aja. Tak lama kemudian panggilanku pun menerima jawaban.

"Kamu udah nyampe, ya? Di sebelah mana?"

"Bentar lagi!"

Mataku kembali jelalatan. Kalau bukan cewek berkaus pink yang itu, lalu yang mana? Alamak, ternyata itu! Sungguh jauh dari bayanganku. Terus gimana? Ditemuin gak, ya?

"Halo, Dian! Wah, maap, ya ... kayaknya aku gak bisa nyampe, deh! Ban motorku bocor di jalan."

"Yaaaahh ... gimana, dong?"

***

Sebenarnya aku menyesal telah jahat dan membuat Dian kecewa. Apa salahnya berteman dengan siapa saja? Maafin aku, ya Dian ... Dan mulai saat itu aku berjanji tak akan pilih-pilih dalam berteman. Mungkin saja orang juga akan malas kopdar denganku? Apalagi setelah tahu penampakanku tak seperti yang mereka bayangkan. Tetapi untungnya hubunganku dengan Dian tetap baik hingga beberapa semester walau tak pernah sekalipun bertemu. Dan mengacak nomor sudah pasti jalan terus hingga Nokia 1100i-ku mati total. Mungkin akibat terlalu sering menjahili orang. Sampai suatu hari, aku kembali mendapatkan mangsa yang bisa digoda kapan saja.

"Halo ... dengan costumer service XX! Saya Erna, dengan Bapak siapa?"

"Saya Eksak!"

"Oke, Bapak Eksak. Ada yang bisa kami bantu?"

"Hmm ... mau nanya, Mbak Erna udah punya pacar belum?"

***







22 comments:

  1. LOL. Like banget nih postingan :)

    ReplyDelete
  2. Dian pecinta kaus pink24/5/14 09:15

    wkwkwk..... ketipu kamu, Sak... padahal wktu di alun-alun dulu itu aku nyuruh bedinde ku nerima telpon dari mu, seementara aku duduk manis tak jauh dari situ... huh! *sambil menyibakkan rambut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Welah, ini toh otaknya.,! Bhahaha, eh bedinde apaan sih Bu? :-P

      Delete
  3. Dasarnya emang tukang iseng :)

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Mbah jayus wis inalilahi! Bhahaha

      Delete
  5. haha, aku dan adikku juga pernah menjahili customer care-nya T*LK*M**L

    chotto matte, jangan2, yang beberapa hari ini usil ke nomerku itu kamu ya bang?
    :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhaha, elo tukang iseng juga ternyato. Tp gue gak ngejailin nmr elo kok, sumpah! :-$

      Delete
  6. Wkwkkwwk... Jadi inget kelakuanku dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata kita sama 2x ! Bhahaha

      Delete
  7. dian..sempat juga jadi korban ngacak nomor hp ya...sayang ya batal ditemuin...,
    siapa tahu saja,,kelak bisa ktemu beraneka dian lainnya ..tentunya dengan ilmu ngacak lagi....selamat berlomba..semoga menjadi yg terbaik...
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, ilmu ngacak gue udah luntur Bang! Btw thanks doanya ea ... :-)

      Delete
  8. Jahat bener jadi orang, udah liat tampangnya kurang bagus ditinggal gitu aja. haha peace.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, knp bgtu ea? Padahal tampang gue jg gak bagus2 amat! :O

      Delete
  9. Ah, miscaller iseng, tukang koleksi cewek cakep

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak gue miscal doang kok, malah gue nlp! Hohoho

      Delete
  10. huahahaha... endingnya X))))

    ReplyDelete
  11. Huakkkakkakakak :p

    Makasih ya udh ikutan GA-ku, Sak. :)

    ReplyDelete