Wednesday, January 1, 2014

Tahun Baru 2014



2014
eksak's blog


Assalaamu 'alaikum, Sobat! Apa kabar? Kembali menyapa elo semua di awal tahun yang semoga ngasih kebaikan buat kita semua. Baru aja kita memasuki tahun baru 2014 dengan sukacita. Gak lupa perayaan serba meriah turut meramaikan momen pergantian tahun ini. Pada kemana nih malem tahun baru? Atau masih galau ama kontroversi tentang hukum ngerayain tahun baru? Kadang islami, kadang konvensional, gak pernah bisa konsisten. Itu adalah jargon lapak gue ini. Tapi kadang gue juga berpikiran liberal, radikal, bahkan brutal. Bingung? Sama! Gue juga bingung apa maunya gue ini?

Kalo ngeliat sejarah, pasti kita semua tau bahwa perayaan tahun baru Masehi bukan berasal dari sejarah Islam. Trus seringkali kita pake logika, "daripada ngerayain tahun baru Masehi kan mending ngerayain tahun baru Islam?" Is that true? Apakah bener ada perayaan tahun baru Islam? Menurut gue logika gak bisa dipake buat mutusin hukum suatu perbuatan. Hukum cuma bisa diputusin pake dalil, bukan pake logika.

Rasulullah SAW bersabda, "Likulli ummatin ’iidan wa haadzihi ’iidunaa: ’iidul adhha wa ’iidul fithri" [Setiap umat punya hari raya. Dan inilah hari raya kita: Idul Adhha dan Idul Fithri].

Dengan kata lain, Rasulullah SAW ngelarang kita ngerayain hari-hari selain Idul Adha dan Idul Fitri, termasuk awal tahun Hijriyah 1 Muharram. Perlu diketahui, penanggalan Islam mulai dipake pada masa pemerintahan 'Umar bin Khaththab RA. Padahal mereka ada yang masih hidup ampe akhir masa Bani Umayyah. Tapi sekali lagi gak ada satupun sahabat Nabi yang ngerayainnya. Artinya, mereka bersepakat bahwa Awal Tahun Hijriyah gak dirayain. Tahun Baru Islam baru diadain pada Abad ke-4 H di masa Kekhilafahan Fathimiyah yang beraliran Syi'ah Ismailiyah yang berpusat di Kairo, Mesir.

Berdasarkan manath (fakta hukum) yang shahih, haram hukumnya seorang muslim ikut-ikutan ngerayain tahun baru Masehi. Dalil keharamannya ada 2 (dua); Pertama, dalil umum yang ngeharamin kaum muslimin nyerupain kaum kafir (tasyabbuh bi al kuffaar). Kedua, dalil khusus yang ngeharamin kaum muslimin ngerayain hari raya kaum kafir (tasyabbuh bi al kuffaar fi a’yaadihim).

Di sinilah kadang pikiran liberal gue muncul, bukan bermaksud buat nantang dalil, tapi cuma sekedar uneg-uneg kontroversi hati gue aja. Toh, kebanyakan hari-hari kita berjalan seiring ama penanggalan Masehi. Tanggal lahir, tanggal kemerdekaan, tanggal gajian, tanggal jadian ampe tanggal pernikahan. Kadang kita semangat banget buat ngerayainnya. Adakah yang inget tanggal lahir Hijriyah elo? Atau di tanggal Hijriyah berapakah biasanya elo gajian? Dirayain apa enggak, dipake apa enggak, tanggal/bulan/tahun itu tetep ada dan bakal kita lewatin. Dan hari bakalan jadi bulan trus ganti tahun dsb. Gak peduli itu tahun Masehi atau tahun Hijriyah. Alangkah baiknya perayaan demi perayaan kita isi ama pernyataan syukur bahwa kita masih dikasih kesempatan buat ngelewatinnya. 

Walopun tanpa dalil, toh kita masih bisa menimbang-nimbang sisi positif dan negatif suatu hal. Ngerayain pergantian tahun dengan pawai, hura-hura, terompet yang berisik, kembang api jutaan rupiah, count down dan Grebeg Suro, menurut gue bukan sesuatu yang positif. Bukankah lebih baik kita perbanyakin syukur, merenung, instropeksi diri dan muhasabah? Hehe, pernyataan gue kok malah mirip logika ya? Ya kan gue bilang andaikata tanpa dalil yang ngeharamin? >_<

Sampai kapanpun perayaan Tahun Baru Masehi bakalan menuai pro dan kontra di kalangan ulama. Ada yang bersikukuh ngelarang, ada juga yang ngebolehin. Bagi sebagian ulama yang ngebolehin bisa diliat dari berbagai kegiatan malam tahun baru Masehi yang digelar di Indonesia, misalnya kegiatan dzikir nasional nasional buat nyambut tahun baru Masehi yang dipandu ama Ustadz Muhammad Arifin Ilham bertempat di Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara dzikir berjamaah itu jadi salah satu warna tersendiri dalam ngegambarin kiprah kaum Muslimin di Indonesia dari masa ke masa.

Menurut gue semua tuh tergantung ama niatnya. Inget kan Rasulullah SAW bersabda, "innamaa a'malu binniyat ... " ? Kalo elo takut bahwa perayaan-perayaan itu bakal ngerusak iman dan aqidah elo, mending tinggalin! Karna Rasulullah SAW bersabda, "tinggalin apa aja yang bikin elo ragu pada sesuatu yang gak elo raguin lagi!" (konsep kehati-hatian).

Tapi inget, iman dan aqidah tuh mustinya ada di dalam hati, gak semata-mata tercermin dalam perbuatan apalagi cuma di bibir aja!

Pendekatan logisnya kayak gini, ketika perbedaan pendapat ulama tentang hukum ngerayain tahun baru bikin keraguan dalam hati, trus kita bingung mana yang bener dan mana yang musti diikutin, so tinggalin hal itu dan gak usah dilakuin apalagi cuma sekedar ikut-ikutan. Trus sisi brutal gue nanya, "kenapa kita gak milih pendapat yang ngebolehin dan ninggalin pendapat yang ngeharamin?" Nah, di sinilah konsep kehati-hatian berfungsi. Kalo pendapat ulama yang ngeharamin yang benar, so siapa aja yang ngerayain bakal dapet balesan dari perilaku haramnya. Trus kalo pendapat yang ngebolehin yang bener, ya kita gak dapet balesan apa-apa kan hukumnya cuma boleh/mubah? Lebih baik kita baca doa awal tahun aja. Apa boleh kita pake doa ini di awal tahun Masehi? Atau ada yang mau bilang kalo doa ini bid'ah dan gak diajarin Nabi? Yuk, diskusi ama gue di sini! Elo bisa cermatin arti doanya, jangankan dibaca awal tahun (gak peduli Masehi atau Hijriyah), dibaca setiap awal bulan juga oke-oke aja. Cekidot! ^_^



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالمَيِن وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَىأَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .


اللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وُجُوْدِكَ الْمُعَوِّلِ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ عَلَيْنَا . نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الْشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَأَوْلِيَاءِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنَا إِلَيْكَ زُلْفَى .اللَّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ اْلأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالَنَا إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَالُ .


 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ 


وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
 
Alhamdulillahi robbil 'aalamiin. Wa Sholaatu Wassalaamu ‘alaa sayyidinaa  Muhammadin Asyrofil Mursaliin  wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii Ajma'iin. 

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuna ilaika zulfa Allahumma ya mukhawwilal akhwal khawwil  khaalanaa ilaa akhsanil akhwal bi khaulika wa quwwatika ya 'aziizu ya muta'aal.

Robbanaa atinaa fid-dunya khasanatan wa fil akhiroti khasanatan wa qinaa 'adzaabannaar. Wa sollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii ajma'ain 

Alhamdulillahi robbil aalamiin.

Artinya:
 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah Tuhan Seluruh Alam.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya semua.
 
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. 

Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan peliharalah kami dari azab api neraka. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya.

Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. 


Adalah doa yang bikin kita deket ama Allah SWT. Sholat pun hakekatnya berisi doa-doa, makanya paling gak sedikit-sedikit kita musti tau arti dari setiap doa yang kita ucapin. Semoga tahun ini rahmat dan taufiq senantiasa melimpahi kita semua. Aamiin ...

Fii kulli aam wa antum bi khoirin (Semoga sepanjang tahun elo selalu dalam kebaikan), Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam ... :)


36 comments:

  1. selamat tahun baru 2014 ya mas..smoga resolusinya tercapai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ...
      Makasih doanya, Sobat! ;-)

      Delete
  2. selamat tahun baru kang :) semoga lebih baik #2014LebihBaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti! Pasti lebih baik! Thanks ya, Wi ... ^_^

      Delete
  3. Kontroversi perayaan tahun baru jgn sampai membawa kita pada kontroversi hati, soal kadar iman serahkan ke Tuhan yg penting niat kita mantap lah dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgt, Mbak! Yg penting niatnya ... Hehe :-D

      Delete
  4. Kontroversi perayaan tahun baru jgn sampai membawa kita pada kontroversi hati, soal kadar iman serahkan ke Tuhan yg penting niat kita mantap lah dulu :)

    ReplyDelete
  5. Kontroversi perayaan tahun baru jgn sampai membawa kita pada kontroversi hati, soal kadar iman serahkan ke Tuhan yg penting niat kita mantap lah dulu :)

    ReplyDelete
  6. Kontroversi perayaan tahun baru jgn sampai membawa kita pada kontroversi hati, soal kadar iman serahkan ke Tuhan yg penting niat kita mantap lah dulu :)

    ReplyDelete
  7. Waduh, maaf.. Itu pengaruh jaringan, di delete aja seperlunya :)

    skali lagi maaf, postinganx banyak!

    ReplyDelete
  8. Waduh, maaf.. Itu pengaruh jaringan, di delete aja seperlunya :)

    skali lagi maaf, postinganx banyak!

    ReplyDelete
  9. Waduh, maaf.. Itu pengaruh jaringan, di delete aja seperlunya :)

    skali lagi maaf, postinganx banyak!

    ReplyDelete
  10. Waduh, maaf.. Itu pengaruh jaringan, di delete aja seperlunya :)

    skali lagi maaf, postinganx banyak!

    ReplyDelete
  11. Waduh, maaf.. Itu pengaruh jaringan, di delete aja seperlunya :)

    skali lagi maaf, postinganx banyak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kak myheart2105 kah ini?
      kenapa kak Tika ikut-ikutan pake x sebagai ganti kata 'nya'?
      @_@

      Delete
    2. Mbak Tika kan gaul! Enha belom tau ea? Hehe :-P

      Delete
  12. tak terasa ya kita ngeblog udah hampir 1 tahun. Hehehe :D berbagai kesan dan pengalaman pahit terlewati. Semoga tahun baru 2014 ini kita bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, :)
    met tahun baru ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip! Met tahun juga buat elo, Girl! :-)

      Delete
  13. aku mbengi emang ada acara dg keluarga, syukuran, makan2.
    tp gak ada acara keluar utk kembang apian dll..
    krn kami memilih utk di rumah dan berdiskusi ttg apa saja yg akan kita lakukan di th ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantep! Itu lebih baek ... :-)

      Delete
  14. Lebih baik ikuti kata hati nurani aja... Hehehe

    ReplyDelete
  15. selamat Tahun Baru sob, semoga untuk tahun ini akhlak kita menjadi lebih baik lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah! Itu yg penting: akhlaq ... ;-)

      Delete
  16. Semoga di 2014 sehat selalu, lebih sukses dan selalu dalam lindungan-NYA ya, Nang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ...
      Makasih buat pandunganipun, Bu! ^_^

      Delete
    2. Ya Robbal 'alaamiin ... :)

      Delete
  17. Sengaja mo komen oot. :p

    Nih, gw ada nemu GA, ikutan nyok :D
    http://kimva4ever.blogspot.com/2013/12/giveaway-kolonialisasi-media-televisi.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw, keren tuh tentang media! Tapi kayaknya elo lebih berkompeten, deh! Hehe

      Delete
  18. hahaha mantap gan :D

    ~ Blogwalking Andrekocak Blog ~

    ReplyDelete
  19. Turut ikut mengamini mas
    Amin..

    ReplyDelete
  20. keren ehh...tergantung niat !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren emang tergantung niatnya, kok ... ^_^

      Delete