Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Do'a Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالمَيِن وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْنَا فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَا عَنْهُ فَلَم نَتُبْ مِنْهُ وَلمَ تَرضَهُ وَلمَ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيْنَا بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَيْتِنَا إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِنَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنَّنَا نَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لَنَا

وَمَا عَمِلْنَا فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنَا عَلَيْهِ الثَّوَابُ فَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنَّا وَلاَ تَقْطَعُ رَجَاءَنَا …

2612

“Tidak adakah waktu libur buatmu, Cut?”
Gadis itu baru saja selesai mengikatkan tali sepatunya. Kemudian beranjak menghampiriku. Dipeluknya diriku tanpa berkata-kata. Pundakku basah. Aku melepas pelukannya. Mata memerah itu menatapku lekat.
“Cut tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Mama,”
“Tenanglah, Cut! Mama akan baik-baik saja,”
“Badan Meteorologi Dunia menemukan retakan dasar laut sepanjangseribu kilometer di Lampuuk Subduction Zone,”
Tak usah menerka seperti apa ekspresiku saat mendengar berita itu. Sejarah telah mengantarkanku bertahan sejauh ini. Mungkin aku tak akan pernah berkesempatan membesarkan Cut kalau tsunami di tanah ini tak pernah terjadi. Gadis itu memang bukan anak kandungku. Aku menemukan bayi Cut di Lhok Nga saat aku berusaha mencari jasad suami dan anak-anakku. Tapi aku sangat menyayangi Cut. Dan aku tak ingin kehilangan orang yang kusayang untuk kedua kalinya.
“Ma … “
Sepertinya Cut membaca kekhawatiranku. Aku kembali menariknya dalam pelukanku. Sekarang …

Beku

Malam Natal. Negeri ini tak butuh salju untuk membuat suasana menjadi beku. Beku adalah ketika rasa haru dan warna biru berpadu menjadi sendu. Maria, aku mengenalnya sebagai seorang perempuan yang berkubang keharuan. Wajahnya membiru, bibirnya pucat beku. Seperti biasa, dia menunggu lonceng tengah malam. Gelap merambat senyap, gegas dia bersimpuh di depan altar. Berdoa pada malaikat pelindung. Kesenduan, siapapun tak akan pernah menginginkannya. Itulah sebabnya mengapa dia rajin berdoa.
Lalu malam itu, malam penyambutan sang Juruselamat. Anggaplah Juruselamat itu memang benar-benar pernah dilahirkan, dan kali ini aku berada di pihak Maria. Seperti Maria, setiap orang pasti berharap semua doanya terkabul dan tak terucap percuma. Dan Maria percaya, bahwa tak akan ada sesuatupun yang sia-sia, bahkan untuk kesenduan yang kini membekukannya. Maria masih bersimpuh. Airmatanya berlinang, menunggu sang Juruselamat datang. Dari bibir pucatnya, puji-pujian tak henti berkumandang. Hingga larut…

Desember

Assalaamu 'alaikum, Sobat! Whaddap, Guys! Gue gak bakalan pake alesan hujan kalo elo nanya kenapa gak pernah posting. Emangnya janjian? Gue juga gak mau pake alesan gak ada waktu, karna waktu selalu nyertain setiap langkah gue. 7x24 jam, Cuy! Banyak gak tuh? Coba elo bayangin kalo setiap jam gue mosting satu judul (judulnya doang ... ), ada berapa judul yang gue bikin dalem 7x24 jam itu? Tapi masa' sih gak ada kerjaan laen?

Gue mah gak peduli ama pagerank yang anjlok kayak gerbong kereta api atau Tante Alexa yang udah gak ramping lagi. Gue cuma pengen nulis sekiranya gue punya waktu buat nulis. Gue pengen nulis tentang bulan Desember, tentang akhir tahun, tentang cuaca yang labil, atau tentang hujan yang plin-plan.

Kalo bulan kemaren ada November Rain-nya Gun 'n Roses (GNR), maka bulan ini ada Desember-nya Efek Rumah Kaca (ERK).

Buat sebagian orang mungkin menyenangkan atau bisa juga ngebawa kesejukan. Nenangin pikiran cuma dengan nyium bau tanah segar selepas diguyur h…

Judulnya Ada di Paragraf ke 7 | Cari Sendiri!

Assalaamu 'alaikum, Sobat! Kabar apa? Eh, apa kabar?

Kalo elo nanya gue, apakah gue seorang perokok berat? Hhhhh ... *tarik nafas. Uhukk ... *batuk kering. Yah, dulu gue emang perokok berat. Sehari aja gue bisa ngabisin 2 bungkus rokok, walopun sekarang masih kayak gitu. Tapi itu dulu, Sob! Sebelom gue tau bahwa ngerokok bisa nyempitin pembuluh darah, nyebabin penipisan kulit, penuaan dini, ngilangin vitamin C dalam tubuh, ngurangin nutrisi buat rambut sehingga ngehambat pertumbuhan rambut. Walopun sekarang masih kayak gitu juga, sih! Dulu merek rokok apa aja gue isep, apalagi kalo ada rokok keluaran terbaru yang bikin gue penasaran. Yah, walopun ampe sekarang masih kayak gitu juga. Dulu emang sempet ngerokok, sebelom gue tau bahwa radiasi dari ngerokok sebungkus sehari setara ama 2000 sinar X. Tapi ternyata ampe sekarang gue masih ngerokok juga! ;-(

Dari dulu gue punya niatan buat setop ngerokok, karna gue pikir gak ada gunanya. Malah bertahun-tahun gue kerja, jatah buat beli roko…

Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia

Assalaamu 'alaikum, Sobat! Apa kabar? Nah, kan udah wiken lagi! Padahal wiken kemaren gue baru aja ngisi lapak dengan kondom, eh sekarang udah ketemu wiken lagi. Waktu berasa cepet banget, secepet budaya korupsi yang makin ngedarah daging di dalam tubuh warga negara. Mulai dari K3 (Korupsi Kecil-Kecilan) yang secara sadar atau gak sadar kita lakuin setiap hari, ampe KTT (Korupsi Tingkat Tinggi) yang jadi fenomena di pemerintahan.

Gue emang bukan seorang corruption watcher, gue cuma miris aja ketika keberadaan aparat penegak hukum dan KPK ternyata gak bisa ngebendung derasnya korupsi di negeri ini. Ada apanya coba? Serius gak sih pemerintah ngeberantas korupsi? Niat gak sih?

Besok atau lusa, tepatnya setiap tanggal 9 Desember, negara ini ikut ngerayain Hari Anti Korupsi Sedunia. Ya gak ngaruh apa-apa sih, malah korupsi semakin marak. Karna yang dilakuin cuma sebatas seremonial. Ada seminar anti korupsi yang dibuka ama presiden, ada Hari Anti Korupsi, ada ini, ada itu, tapi tetep aj…

Tirta Amerta

Aku selalu saja punya alasan untuk menyepi di tepi pantai. Memandang kerumunan orang berpakaian serba putih melakukan pawai ke tengah laut. Dengan sampan dan berbagai macam sesaji untuk dilarung. Ya, menyepi. Atau terpaksa memandu seorang turis Jepang melihat prosesi Melasti untuk kesekian kalinya.

"What they're doing?" tanyanya sambil membidikkan kamera ke arah kerumunan.

"Take Tirta Amerta, holy water!" jawabku singkat.

"Holy water? On the sea?" tanyanya lagi, untuk kesekian kali.

"Yes," jawabku dengan malas.

Sebentar lagi pendeta akan memberkati air suci, kemudian dibagikan kepada para pengunjung.

"Mari kita minum air keabadian ini! Walaupun maut tetap akan memisahkan kita, tapi semoga cinta kita abadi, " seorang perempuan berkata pada seorang laki-laki, mungkin.

Aku tersenyum mendengar kata-kata itu tanpa berusaha mencari asal suara. Aku telah cukup bosan mendengar kata-kata itu diucapkan oleh pasangan muda-mudi yang mengunjungi pr…