Tuesday, September 17, 2013

[BeraniCerita #27] Pak Ogah



Pagi setelah anak-anak berangkat sekolah, dia pun berangkat ke perempatan itu. Jaraknya hanya 100 meter dari kios rokokku, sehingga aku bisa melihatnya sepanjang hari. Berpanas-panas, mengatur arus lalu lintas bak polantas. Berpacu di antara suara klakson yang dibunyikan dengan beringas. Jalan simpang empat itu adalah jalur utama keluar masuk warga dari pinggiran kota. Jalur yang selalu ramai oleh berbagai jenis kendaraan yang berlalu-lalang.

"Stop! Stop!" katanya pada sebuah mobil yang hendak menerobos dari arah belakang. Sambil memberi kode pada beberapa pengemudi sepeda motor supaya segera melintas. Sesaat kemudian mobil itu pun dipersilahkan lewat. Pengemudi mobil membuka jendela dan menyodorkan uang recehan padanya.

"Makasih ... " ucapnya sambil tersenyum.

Tangannya begitu lincah memberi aba-aba. Walaupun terlihat penat, tapi senyum di wajahnya tak pernah lenyap. Saat ini seperti itulah yang dilakoninya. Orang-orang menyebutnya Pak Ogah. Apapun sebutannya, niat awalnya hanya ingin membantu pengguna jalan menikmati kelancaran berkendara. Apalagi di jalur padat tanpa polisi pengatur jalan seperti itu. Kalau pun ada yang tak senang sampai dikatakan malah mempermacet jalan, semoga itu hanya sebagian kecil saja.

Kemeja lengan panjang, celana gombrang, topi lebar dan peluit usang. Itulah penampakannya yang kulihat sehari-hari. Paling tidak setelah aku hanya menghabiskan hari-hari di atas kursi roda loakan sambil menunggui kios rokok ini. Mataku tak lepas memandangi aktivitasnya di jalanan. Aku selalu kagum dengan semangatnya. Bukan demi receh per receh, katanya. Tapi demi keyakinan, bahwa membantu sesama adalah ibadah.

"Rokok sebungkus!" seseorang pembeli mengejutkanku. Aku pun melayaninya. Kutengok jam di tangan. Sudah hampir Dzuhur. Sebentar lagi Pak Ogah itu akan istirahat.

Nah, itu dia mulai melangkah ke arahku! Oh ya, sebenarnya Pak Ogah itu aku. Dia bersikeras menggantikanku setelah tabrak lari itu merenggut kedua kakiku. Sambil melepas topi yang sedari pagi menutup kepalanya, gelungan rambutnya pun tergerai. Kalau tadinya aku adalah Pak Ogah, maka dia adalah Bu Ogah. Ibu dari anak-anakku.




Jumlah: 300 kata.


30 comments:

  1. slmat mlm genk kyaknya Pertamax ni heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malemmmm, genk! Kalo gue gak pertamax gpp, yg penting bersubsidi. Hehe.. :-)

      Delete
  2. dadi mbayangke Kang Slamet Gundul :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang Gak semua Pak Ogah gundul, kok ... :-)

      Delete
  3. Kasihan, cuma dapat recehan ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bukan tujuan utama, kok ... :-)

      Delete
  4. kalo ini mah pak ogahnya baik hati..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, aiyu ... Iya nih Pak Ogah lagi baik! Hehe..

      Delete
  5. Oh MG,
    endingnya bikin merinding deh
    slalu ada aja yah idenya,
    good job friend.
    keep writing, gw skip topic ini, mentok ga ada ide :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, Via .. Kok skip, sih? Lagi sibuk, ea? Hayo smangatnya manah? :-)

      Delete
  6. istri yg setia dan pengertian :)

    ReplyDelete
  7. Tetep jd pro kontra ya bang...keberadaannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Kayak makhluk halus ajah! :-P

      Delete
  8. Replies
    1. Makasih, Mas Oce ... :-)

      Delete
  9. lama ga pernah liat pak ogah. kalo di sini jalanan ramenya oleh peminta sumbangan masjid. termasuk pak ogah juga kali ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di sini peminta sumbangan juga ada, pak ogah juga ada.. Kumplit, deh! Hehe..

      Delete
  10. maaf baru silaturrahim lagi disini sob, nyimak cerpennya dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maap juga, Sob! Gue juga jarang bewe ... Silahkan dinikmati! :-)

      Delete
  11. kasihan, ternyata bukan pak ogah, tapi bu ogah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, istri yg baek kan Bu? ;-)

      Delete
  12. Replies
    1. Sisi lain dari sifat ogah, Bun! ^_^

      Delete
  13. Duh...Bu Ogah hebat sekali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh ... Ada Bu Orin! Hehe.. B-)

      Delete
  14. wow... keren... layak dapat bintang :)

    selamat

    ReplyDelete