Monday, August 26, 2013

[BeraniCerita #24] Indahnya Pagi

Pagi yang menawan. Ranting kering meluruh seperti alur cerita roman. Selaksa kata-kata bergelayut di ujung dahan. Tinggal menunggu hembus angin untuk membuatnya jatuh dan tersusun perlahan.

Vivienne menatapku dengan mata yang basah. Untuk waktu yang lama kami berpelukan tanpa kata-kata.

"Sayang ... kamu pasti balik, kan?" cecar Vivienne.

"Pasti, dong!" jawabku sambil mengusap mata basahnya.

"Aku takut aja kamu bakal ngelupain aku."

"Percaya, deh! Tiada pagi yang melupakan mentari kecuali mendung menyelimuti hari."

"Ih, masih aja ngegombal! Pasti kamu bakal nyari-nyari mendung itu!"

"Hehe ... ya enggaklah! Buat apa mendung kalau itu menghalangiku untuk melihat wajah cantikmu?"

"Iihh ... "

Dengan gemas Vivienne memukuli dadaku. Aku cuma meringis. Senyap. Dan apalagi yang harus dilakukan untuk menikmati detik demi detik kebersamaan ini? Hanyut.

"Bagus!!"

Aku terkejut. Segera kuakhiri kemesraan ini. Aku tahu Vivienne kecewa. Kulihat dia cemberut sambil membenahi sebagian kancing bajunya yang baru saja kubuka.

"Baguuuss!!"

"Iya, Bu!"

Aku bergegas memenuhi panggilan itu. Tak peduli kutinggalkan Vivienne dengan wajahnya yang semakin ditekuk tak karuan.

"Ini tiketmu. Jangan lama-lama ya di kampung! Kalo udah selesai urusan, cepet balik!"

"Makasih, Bu."

"Kalo tinggal kita berdua, jangan panggil ibu, dong!"

Aku tak sempat menjawab. Bibir Bu Brenda sudah lebih dulu menemukan sasarannya. Dan kalau dalam hal ini, tentu saja dia lebih berpengalaman daripada putri semata wayangnya itu.





Jumlah: 210 kata.


38 comments:

  1. waduh waduh... ibu dan anak sama saja. si bagus juga seneng2 aja. berasa ini cerita dewasa yg tidak tuntas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahaha, silahkan dituntasin sendiri, Pak! :-D

      Delete
  2. Baguuusss....anak ama ibu diembat semua..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kan, ya? Hehe.. :-P

      Delete
    2. iya...bagus...Bagus serakahnya..
      bagi satu napa..*upppssss... :D

      Delete
    3. Bhahaha, mau juga ea?

      Delete
  3. met pagi mas wah. kyknya cerita ini 25 thn keatas sob heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini labelnya Bimbingan Orang Tua, Sob! ;-)

      Delete
  4. Ih, Tante-tante genit... :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Genit apa haus? Bhahaha ... :-D

      Delete
    2. .Gak jarang, kok! Sering malah ... Wkekeke

      Delete
  5. pagi adalah momen yang indah untuk dinikmati setiap insan. Pagi yang damai....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan pagi adalah saat yang tepat untuk dimulainya segala aktifitas. Met pagi dan met beraktifitas, Sob! :-)

      Delete
  6. Ealaaahhh...Gus, Gus...mbok ya pilih satu aja gitu loh *halah* hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah?! Satu? Mana cukup? *ups! :-P

      Delete
  7. wekekekekekekeke, emang cantik duaduanya ya gus? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak masalah cantik, sih! Yg penting mau sama mau ... *jyahahaha

      Delete
  8. Bener2 Baguuuuuussss hahaha

    Btw, itu Viviene tau, gak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, ya gak taulah! bisa perang nanti.. :p

      Delete
  9. wahhhhh
    idenya keren
    bagus bagus
    :D

    ReplyDelete
  10. Berawal dari tatapan mata yg basah..syukur deh endingnya ndak ikutan basah..ups
    Hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bhahaha, untung gak ujan! :D

      Delete
  11. Ntar di kampung, ada siapa lagi, Gus?

    ReplyDelete
  12. Wahahaha.. dasar laki-laki. naruh gombal dimana-mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang gak pernah nyuci ea? Bhahaha..

      Delete
  13. buset dah!


    "aku juga gak akan melupakanmu, Gus!"

    ckckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa tuh? Bhahaha ... :-D

      Delete
  14. hm, jadi ibu dan anak ini dikerjain sama bagus ya? wah wah wah...bagi rahasianya dong Gus.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rahasia apa, nih? Xixixi ...

      Delete
  15. astaga... Jangan-jangan ini pengalaman pribadi *can't watch*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hish! Mana ada pengalaman pribadi kayak gitu? Ups .. :-P

      Delete
  16. beuhhhh.... sekali tepuk, kena dua lalat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, lalatnya gak usah pake ditepuk! Mereka dateng sendiri asal kita cukup umpan . ;-)

      Delete
  17. bagus, bagus... emak sama anak dipacarin semua. hihihi..

    ReplyDelete