Wednesday, July 17, 2013

[BeraniCerita #20] Piknik Masa Lalu

Rabu pagi yang cerah. Aku di rumah, tak berniat kemana-mana. Iseng ku bongkar kardus usang di bawah tempat tidurku. Huft! Bau kotoran tikus. Pasti mereka beranak-pinak di sini dengan sejahtera. Ku keluarkan semua isinya. Buku-buku bekas, ijasah SMP, sertifikat-sertifikat penghargaan, walkman butut dan kaset-kaset pita magnetik. Ah! Tiba-tiba aku seperti ingin piknik. Piknik ke tempat yang jauh, sebuah kota kenangan, melampaui waktu dan masa lalu.

Aku dan kamu. Dengan selera musik yang sama, mengunjungi beberapa toko kaset di tiap sudut kota. Kita mempunyai kesukaan pada musisi dan pelantun lagu yang sama. Aku atau kamu yang membeli kaset toh sama saja, karena kita akan berbagi sebelah earphone dan mendengarkan bersama-sama. Kita benar-benar menikmati setiap melodi dari kaset yang diputar dari walkman hasil patungan kita. Ada sensasi ketika kita membuka kotak kaset, mengeluarkan sampul albumnya, memelototi gambar-gambar dan lirik di dalam sampulnya serta mencari-cari nama yang familiar di daftar terima kasih.

Itu hanya sebagian. Belum jika kita mengenang kembali masa saat kaset itu didapatkan dari menabung sisa uang jajan kita. Aku masih ingat, kalau dalam setiap kotak kaset tersimpan cerita tentang sebuah usaha dan tekad kita untuk mendapatkannya. Dalam setiap senti pitanya ada kisah manis tentang persahabatan antara aku dan kamu.

Sekejap piknik masa lalu itu memudar. Kemudian kembali saat aku melihat satu kotak kaset menyembul di antara yang lain. Itu kaset pemberianmu. Mana bisa aku lupa? Piknik pun berlanjut. Tentu aku ingat, ketika ada musisi favorit yang menyambangi kota kita. Dan kita berjuang lebih keras untuk dapat membeli tiket konsernya. Dan, yipiii...! Aku berhasil mendapatkan dua buah tiket. Satu untukku dan satu untukmu.

Lagi dan lagi. Setiap ada konser, kita pun tak pernah absen. Kita seperti kecanduan hiruk pikuk penonton yang gila di bawah panggung.

Hei! Aku baru ingat kalau hari ini ada pertunjukan musik di pekan raya. Aku begitu yakin akan menemukanmu di sana. Aku kan tau kamu banget! Pertemuan setelah sekian lama kita tak pernah berjumpa. Aku akan membawa kaset ini. Berharap kamu masih mengingatnya.

*******

Konser pun telah usai. Para penggemar berduyun-duyun menjumpai idola mereka yang mulai turun panggung. Aku berdesakan di antara kerumunan itu. Dan aku melihatmu. Ya, aku melihatmu!

Orang menyodorkan CD, DVD, kaos dan atribut mereka untuk ditandatangani oleh para idola. Sedangkan aku hanya membawa kaset pita jadul untuk menjumpaimu.

Kini aku telah berada di hadapanmu. Keringat dingin dan deru jantung menyergapku tiba-tiba. Ya! Aku di hadapanmu!

"Mau ditandatangani apanya, Mas?"

Oh! Ternyata kamu tak mengenaliku lagi. Urung ku sodorkan kasetku. Apakah kamu tak ingat dengan kaset album perdanamu ini? Apakah kamu lupa betapa girangnya saat kamu debut album dan memberikan kaset ini padaku?




*Word Count: 428 kata.


31 comments:

  1. Keren. Si temennya ini udah jadi artis ya? Sedih pasti dia udah dilupain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya... nyesek banget... ;(

      Delete
  2. amnesiawati17/7/13 20:27

    Maaf mas... mas siapa ya...? Apa kita pernah kenal sebelumnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhhh, emang amnesia nih si wati! ckckck

      Delete
  3. Hihi, rata-rata temen udah jadi artis temen lamanya filupain ya, saya jg pernah mirip bgini. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw, pengalaman juga ea... Ikut prihatin! Hiks juga .. ;-(

      Delete
  4. kasihan banget dilupakan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Kasihan, kasihan, kasian... *gayaipin

      Delete
  5. Replies
    1. He'eh, emang nyesek bgt! Nusuk! :-)

      Delete
  6. coba ditampar sekali, mungkin bisa membantu mengembalikan ingatan. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuja, eh setuju :D

      Delete
    2. Wah! Gak bisa maen tampar, kan banyak petugas pengamannya... Hehe..

      Delete
  7. Gape juga nih masbro bikin fiksinya. Kereeen deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibilang gue lagi belajar! Ckckck, btw makasih ea Mbak... ;-)

      Delete
  8. wis ra sah dieling-eling sing lali asal... ngunggah pideo nang yutub wae men pada tenare..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah! Iku malah instan bgt, Deer? Sedangkan gue suka yg berjuang.. Berjuang sekuat tenagaaaa ... :-D

      Delete
  9. argh
    yang kayak gini ga belajar peribahasa nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Peribahase nyang mane, cuy? :-)

      Delete
  10. deuh...nyebelin bgt, giliran udah tenar, lupa sm temen :(

    ReplyDelete
  11. Tadi kan udah dikasih tanda tangan mas? Mau lagi? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bun! Mau lagiii ... ;-)

      Delete
  12. Sok ngartees banget tuh orang... :hammer:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Dihammer aja urang kayak gitu, mah! Hehe..

      Delete
  13. Koq lupa ya, siapa dia dulunya, hiks, hiks, kasian deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Kasian pisan! Huhuhu

      Delete
  14. keren ui
    lanjutkan cerita nya.
    You always have a great idea to write.
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih viaaaaa... :) lamjut, deh! hehehe

      Delete
  15. "Ini gue sob. Masbro. Masa lupa? Ini kaset debut pertama loe. Inget gak?"
    Harusnya si aku bilang gitu.

    *bikin cerita sendiri* :D

    Tapi nyesek banget ini ceritanya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahaha, bisa jadi, bisa jadi!!! entar kita kolaborasi aja.. :)

      Delete