Thursday, May 30, 2013

Refleksi Perjalanan Cahaya

Assalaamu 'alaikum, Sobat! Orang bilang sesuatu yang cepat itu diibaratin secepat cahaya. Informasi bergerak secepat cahaya. Slappp! Maka, semuanya bakal dengan mudah elo dapetin. Tinggal ngesot di depan monitor trus nyuruh 'si kacung' buat sliweran nyari info yang kita butuhin.

Ketika ada pengetahuan baru yang elo dapet walopun itu bertentangan ama yang selama ini elo tau dan yakini, apakah elo bakal percaya gitu aja?

Level Analisis

Dalam dunia internet, adakalanya info-info berbeda dengan kata kunci yang sama bisa ditemuin dalam satu waktu di beberapa pendapat yang berbeda. Buat ngejabarin apa yang sebenernya terjadi dan gimana kebenarannya, dibutuhin kegiatan analisis dalam upaya menelaah sebuah berita. Hal inilah yang kemudian disebut level analisis. Suatu bentuk sortir dari sebuah fokus yang didapet dari info-info dan berita ke dalam pembahasan dan analisa yang spesifik dalam pemikiran secara ilmiah dan logis.

Kadang gue bilang, "WOW!" pas ada yang ngerasa pinter di dunia nyata, ternyata gurunya ada di dunia maya. Gurunya semu! Cuma teks dan ayat-ayat digital. Baiknya, elo yang pengen tau tentang ilmu fisika, elo harus punya guru fisika. Elo yang pengen belajar agama, baiknya elo punya guru agama, dsb. Gak melulu elo nanya ama eyang gugel, trus elo telen mentah-mentah dan percaya buta aja.

Contoh Info

Tau kan kalo sekarang bulan Rajab ? Di mana di bulan ini biasanya umat muslim memperingati peristiwa Isra' Mi'raj. Gak perlu gue jelasin apa itu Isra' Mi'raj, yang jelas sebagian besar kita ngeyakinin kalo peristiwa itu terjadi pada tanggal 27 Rajab di tahun ke 10 nubuwah/kenabian. Nah, sekarang elo ketikin di pencarian gugel, kata kunci apapun tentang 27 Rajab! Maka elo bakal nemuin banyak artikel tentang Isra' Mi'raj. Dari yang nulis "Benarkah Isra' Mi'raj terjadi pada 27 Rajab?" ampe yang ngebahas hukum memperingatinya dsb. So, apakah elo langsung percaya gitu aja trus matahin keyakinan elo yang lama?

Mari Beranalisa!

Muharram - Safar - Rabi'ul Awal - Rabi'ul Akhir - Jumadil Awal - Jumadil Akhir - Rajab - Sya'ban - Ramadhan - Syawal - Dzulkhaidah - Dzulhijjah.

Itu urutan bulan dalam kalender Hijriyah. Ada yang belom hapal?

Peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah SAW diyakini jatuh pada tanggal 27 Rajab tahun ke 10 setelah Rasulullah diangkat menjadi nabi. Sedangkan bulan Ramadhan di tahun yang sama, Siti Khadijah wafat. Padahal ketika itu umat muslim belom diperintah sholat, karna sholat diperintahkan setelah pulang dari Isra' Mi'raj. Mungkin gak? Kita tau, urutan bulan Rajab berada sebelom bulan Ramadhan. Padahal Isra' Mi'raj terjadi setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib sebagai pelipur atas kesedihan Rasulullah SAW.

Refleksi Cahaya

Peristiwa Isra' Mi'raj waktunya cuma satu malem. Padahal nempuh jarak yang jauh banget! Gak mungkin terjadi kecuali laju perjalanannya secepat cahaya.

Di dalam ilmu fisika modern, kecepatan partikel/benda tercepat saat ini adalah kecepatan cahaya. Sebuah konstanta fisika yang disimbolin pake huruf c, yang nilainya 299.792.458 m/s. Nilai ini adalah nilai eksak disebabin ama panjang meter yang didefinisi berdasar pada konstanta kelajuan cahaya. Nilai c hasil perhitungan, c = 299792.5 km/s.

Sekedar Analisa

Rasulullah berisra' mi'raj bersama malaikat Jibril. Malaikat terbuat dari cahaya , kayak yang disebutin dalam dalil berikut ini:

"Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan kepada kalian." (H.R. Muslim).

So, malaikat Jibril terbuat dari cahaya, bergerak dengan kecepatan cahaya. Tentu aja nabi yang ikut bersamanya juga bergerak dengan kecepatan cahaya. ;-)

Analisa El Naby

DR. Mansour Hassab El Naby
, pakar astrofisika dari Mesir udah berhasil ngebuktiin pernyataan Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW bahwa zat Malaikat adalah Cahaya. Dasar El Naby adalah Q.S. As-Sajadah: 5,

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."


Diketahui bahwa kecepatan cahaya sebesar 300.000 km/s (pembulatan dari 299.792,4989 km/s). Kalo bener materi malaikat adalah cahaya, maka kecepatan geraknya haruslah sesuai ama ukuran kecepatan cahaya temuan para fisikawan.

So, El Naby harus ngebuktiin apakah bener pernyataan Al-Qur'an ini, kecepatan malaikat 1 : 1000 tahun adalah sama nilainya ama 300.000 km/s ? Kalo bener (1:1000) = 300.000 km/s, berarti bener bahwa zat malaikat adalah cahaya. Apa hasilnya? Dari elo ada yang bisa nulisin perhitungannya?
Wallahu A'lam

Gue bilang jangan percaya gitu aja, termasuk apa yang gue tulis di atas! Pake metode analisa elo sendiri dan jangan lupa, tanyain ama guru atau orang yang lebih berkompeten!

Happy Blogging 'n Keep On Fire!
Wassalaam... :-)


16 comments:

  1. hm... sik sik.. tak golek guru sik... *mlipir*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah, wong panjenengan punika guru kok semang mlipir! Hadeuwhh... ;-)

      Delete
  2. hehehe...pantesan nama adminnya Eksak. ternyata penganalisa'annya udah menjurus pada hal yang berbau Eksak!. mantap bro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jeilah! Berbau eksak? Emang bau gue gimana, Bung? Kayak pernah nyium ajah... Bhahaha

      Delete
  3. Wah keren bisa menganalisa, klo ane puyeng bro. Pokoke mantab analisanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ach.... Di lapak elo juga banyak metode analisa, kok! Jangan mungkir! Gue sering baca... Bhahaha

      Delete
    2. widiiih boro-boro analisa, jualan sayur aku iso, wee. yur sayuuurrrrrr ........... sayur bu :)

      Delete
    3. Ah, elo mah sukanya merendah, Bun! Termasuk ngaku2 jadi tukang krupuk, malah skarang jadi tukang sayur...

      Bhahaha

      Delete
  4. Pos baru nih gan ... jangan lupa komentarnya ya dan bila sahabat berkenan harap follow blog saya agar nambah akrab kita. .... kalo anda follow pasti ane folback !!!
    http://novaibnu.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komentar dimana, nih? Bhahaha, kenapa juga elo gak mollow duluan, gue lagi via hp, nih! Sumpah, susah amiirrr! :-)

      Delete
  5. .. waduch,, pake di analisa segala. aq dengerin aja dech sak. he..86x ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahaha, elo ngedengerin apaan coba? Wong gue gak lagi ngerumpi! :-P

      Delete
  6. hmmm... mau analisa sendiri atau analisa siapapun yang penting adalah iman diri sendiri, asmie gak "nyampe" klo mbahas sampai tinggi2 begitu. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Sob! Karna iman adalah salah satu nikmat yg dikasih Allah dan wajib selalu kita syukuri... :-)

      Delete
  7. Saya males banget menganalisa yang beginian. Lebih enak baca punya eksak aja deh. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi jangan percaya gitu aja lho, Zi! Mending nganalisa sendiri... :-D

      Delete